Demo HMI di DPRD Parepare, Kapolres Ungkap Cara Polisi Menjaga Hak Mahasiswa

oleh -56 views

Parepare — Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., M.I.K. mengapresiasi pelaksanaan aksi unjuk rasa Aliansi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sektor Timur di depan Kantor DPRD Kota Parepare, Selasa (6/10/2026).

Aksi yang diikuti sekitar 20 mahasiswa dari HMI Komisariat STAIN dan Bumi Harapan tersebut berlangsung tertib hingga massa membubarkan diri. Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebijakan ritel modern di Kota Parepare.

Kapolres Parepare menilai penyampaian pendapat secara tertib merupakan bagian penting dalam menjaga ruang demokrasi tetap berjalan tanpa mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat.

“Kami mengapresiasi mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, dan yang terpenting dapat berlangsung dengan tetap menjaga ketertiban serta menghormati kepentingan masyarakat lainnya,” ujar AKBP Phunky Mahendra Borniawan.

Aksi tersebut diawali dengan berkumpulnya massa di kawasan Gerbang Moderasi Kampus IAIN Parepare, Jalan H.A.M. Arsyad, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang.

Dari lokasi itu, mahasiswa bergerak menuju Kantor DPRD Kota Parepare di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat. Pergerakan massa mendapat pengawalan personel Polres Parepare.

Pengamanan dilakukan sejak mahasiswa bergerak dari kawasan kampus hingga menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD. Personel kepolisian ditempatkan pada sejumlah titik untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan.

Menurut Kapolres, pengamanan aksi bukan untuk membatasi substansi aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Kehadiran polisi lebih diarahkan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan peserta aksi menyampaikan pendapat secara aman dan tertib.

“Tugas kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. Aspirasi tetap menjadi hak mahasiswa untuk disampaikan, sementara kami menjaga agar pelaksanaannya tidak menimbulkan gangguan terhadap masyarakat maupun pengguna jalan,” katanya.

Aksi dimulai sekitar pukul 09.41 Wita. Mahasiswa menggunakan pengeras suara serta membawa bendera HMI, pamflet, dan selebaran berisi tuntutan.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti perubahan aturan mengenai ritel modern. Mereka meminta kebijakan tersebut ditinjau kembali dan proses pembahasannya dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat mengetahui dasar perubahan aturan tersebut.

Mahasiswa juga meminta adanya penindakan terhadap ritel yang terbukti melanggar ketentuan. Mereka turut mendorong keterlibatan pedagang kecil, pelaku UMKM, dan pengelola pasar tradisional dalam pembahasan kebijakan yang dinilai dapat berpengaruh terhadap persaingan usaha.

Sebelum pelaksanaan pengamanan, Kabag Ops Polres Parepare Kompol Slamet Paryanto memberikan arahan kepada personel yang bertugas. Pengamanan kemudian dilakukan di lokasi berkumpulnya massa, sepanjang jalur pergerakan, hingga kawasan Kantor DPRD Parepare.

Polisi menjaga area sekitar aksi tanpa menghalangi mahasiswa menyampaikan tuntutan. Di sisi lain, mahasiswa juga tetap dapat menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang mereka persoalkan.

Kapolres Parepare mengapresiasi situasi tersebut karena menunjukkan bahwa pengamanan dan penyampaian aspirasi dapat berjalan beriringan.

“Kami berharap pola seperti ini dapat terus dipertahankan. Mahasiswa dapat menyampaikan kritik dan aspirasi secara konstruktif, sementara seluruh pihak bersama-sama menjaga situasi tetap aman,” ujar Phunky.

Aksi berlangsung sekitar satu setengah jam. Setelah menyelesaikan penyampaian aspirasi, massa meninggalkan kawasan Kantor DPRD Parepare.

Aksi berakhir sekitar pukul 11.15 Wita. Tidak terjadi insiden yang mengganggu jalannya unjuk rasa maupun aktivitas masyarakat di sekitar gedung DPRD.

Personel Polres Parepare tetap melakukan pemantauan hingga massa meninggalkan lokasi. Setelah mahasiswa membubarkan diri, situasi di sekitar Kantor DPRD Kota Parepare kembali kondusif.

Bagi kepolisian, ketertiban selama aksi menjadi indikator penting bahwa penyampaian pendapat dapat berlangsung tanpa harus berujung pada gangguan keamanan.

Kapolres Parepare pun mengajak seluruh pihak, termasuk mahasiswa, untuk terus menjaga komunikasi dan mengedepankan penyampaian aspirasi secara damai.

“Mari kita jaga bersama Kota Parepare tetap aman. Perbedaan pandangan dalam menyikapi suatu kebijakan adalah hal yang wajar, tetapi penyampaiannya tetap harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab,” kata Phunky.

Aksi HMI Sektor Timur akhirnya berjalan damai Mahasiswa dapat menyampaikan tuntutannya, sementara situasi keamanan di sekitar Kantor DPRD Parepare tetap terjaga hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *