Suporter PSM dan Persebaya Dipisahkan, 800 Personel Disiagakan di Parepare

oleh -15 views

Parepare — Pengamanan PSM Makassar vs Persebaya di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, Kamis (22/10/2026), melibatkan 800 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Kota Parepare, dan steward panitia pertandingan. Petugas disiagakan untuk mengatur arus penonton, memisahkan jalur suporter kedua tim, serta menjaga keamanan selama pertandingan BRI Super League 2026/2027 berlangsung.

Pengaturan akses masuk stadion menjadi salah satu perhatian utama. Petugas ditempatkan sesuai tugas masing-masing untuk memastikan suporter PSM Makassar dan Persebaya Surabaya tidak bercampur di jalur masuk yang berpotensi memicu gesekan. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mencegah penonton membawa barang terlarang ke dalam stadion.

Pengamanan tidak hanya berfokus pada pintu masuk, tetapi juga mencakup area sekitar stadion dan jalur pergerakan penonton. Koordinasi antarpersonel diperlukan untuk mengantisipasi kepadatan, menjaga ketertiban, serta memastikan setiap petugas mengetahui tanggung jawabnya selama pertandingan.

Sebanyak 800 personel gabungan disiapkan untuk mendukung pengamanan pertandingan. Kekuatan tersebut terdiri atas 520 anggota Polri, 85 personel TNI, 75 petugas Pemerintah Kota Parepare, serta 120 steward dari panitia pertandingan.

Dari unsur Polri, sebanyak 370 personel berasal dari Polres Parepare dan 150 lainnya dari Batalyon B Pelopor Brimob Polda Sulawesi Selatan. Sementara itu, unsur TNI melibatkan 70 personel Kodim 1405 Parepare dan 15 personel Denpom XIV/2.

Pemerintah Kota Parepare turut mengerahkan 30 personel Satpol PP, 25 personel Dinas Perhubungan, dan 20 personel Dinas Pemadam Kebakaran. Adapun steward membantu pengaturan penonton di area stadion sesuai koordinasi dengan panitia.

Pembagian personel tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengamanan di setiap lokasi. Koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting untuk memastikan pengamanan berjalan terarah dan tidak terjadi tumpang tindih tugas.

Selain mengatur arus kedatangan, petugas juga perlu memastikan jalur keluar stadion tetap terkendali. Pengaturan ini penting untuk mengurangi penumpukan penonton, terutama ketika pertandingan berakhir dan suporter meninggalkan lokasi secara bersamaan.

Sebelum pertandingan dimulai, Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan memimpin apel kesiapan personel gabungan di halaman Stadion Gelora BJ Habibie. Apel tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk menyamakan pemahaman mengenai tugas, penempatan personel, dan pola pengamanan.

Dalam arahannya, Phunky menekankan bahwa setiap petugas harus menjalankan tugas secara tegas tanpa mengabaikan pendekatan humanis kepada suporter.

“Pengamanan harus dilaksanakan secara tegas, tetapi tetap humanis. Berikan pelayanan terbaik kepada suporter dan laksanakan tugas sesuai penempatan masing-masing,” demikian inti arahan Kapolres dalam apel tersebut.

Ia juga menyoroti pentingnya memisahkan jalur masuk suporter PSM Makassar dan Persebaya Surabaya. Pengaturan tersebut bertujuan mengurangi kemungkinan pertemuan antarkelompok pendukung di pintu stadion maupun area sekitarnya.

Kapolres mengingatkan personel agar mencegah masuknya flare, smoke bomb, dan barang terlarang lainnya. Pemeriksaan penonton menjadi salah satu langkah untuk menjaga keselamatan pemain, ofisial, suporter, dan petugas.

Selain itu, personel pengamanan diminta tidak membawa senjata api maupun gas air mata saat bertugas. Mereka juga harus tetap berada di pos masing-masing dan melaporkan perkembangan situasi kepada perwira pengendali.

Pesan utama Kapolres adalah menjaga keamanan tanpa mengabaikan pelayanan kepada masyarakat. Petugas harus mampu memberikan arahan yang jelas, bertindak sesuai prosedur, dan menangani situasi secara terukur apabila muncul gangguan.

Sebelum laga berlangsung, jajaran pimpinan TNI-Polri bersama unsur terkait mengikuti Tactical Wall Game (TWG) di depan lobi Stadion Gelora BJ Habibie.

Simulasi tersebut digunakan untuk mematangkan pembagian tugas, menentukan penempatan personel, serta menyamakan pola koordinasi dalam menghadapi kemungkinan perubahan situasi di lapangan.

Melalui persiapan ini, setiap unsur dapat memahami tanggung jawab masing-masing dan mekanisme komunikasi selama pengamanan. Koordinasi diperlukan agar petugas dapat merespons situasi secara tepat tanpa menimbulkan tumpang tindih kewenangan.

Pengamanan pertandingan mengacu pada Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga. Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur untuk mendukung keselamatan pemain, ofisial, penonton, dan seluruh pihak yang berada di sekitar stadion.

Keterlibatan TNI, pemerintah daerah, steward, dan panitia menunjukkan bahwa pengamanan sepak bola membutuhkan kerja sama lintas instansi. Di samping kesiapan petugas, kepatuhan suporter terhadap aturan juga berperan dalam menjaga suasana pertandingan tetap tertib.

Pengamanan pertandingan di Stadion Gelora BJ Habibie membutuhkan persiapan sebelum laga, pengaturan arus suporter, dan koordinasi selama kegiatan berlangsung. Setiap unsur memiliki tanggung jawab untuk memastikan penonton dapat menyaksikan pertandingan dengan aman.

Di satu sisi, personel gabungan bertugas mengantisipasi potensi gangguan dan memastikan penonton mematuhi aturan. Di sisi lain, pendekatan humanis diperlukan agar petugas tetap memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Pemisahan jalur suporter, pemeriksaan penonton, dan kepatuhan personel terhadap prosedur menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan di stadion. Sementara itu, panitia dan steward membantu memastikan pengaturan penonton berjalan sesuai pembagian tugas.

Pengamanan yang efektif tidak hanya bergantung pada jumlah personel, tetapi juga pada kesiapan, koordinasi, dan kepatuhan semua pihak. Karena itu, kerja sama antara petugas, penyelenggara, dan suporter menjadi bagian penting dalam menciptakan pertandingan yang aman dan tertib.

Di tengah pengamanan yang melibatkan 800 personel gabungan, pertandingan PSM Makassar melawan Persebaya Surabaya berlangsung ketat. Kedua tim berupaya membangun serangan untuk mencetak gol, dengan Persebaya mencatat penguasaan bola sebesar 55 persen dan PSM sebesar 45 persen.

Persebaya melepaskan delapan tembakan, sedangkan PSM mencatat lima tembakan. Meski jumlah tembakan PSM lebih sedikit, tim tuan rumah berhasil memanfaatkan situasi pertandingan untuk mengamankan kemenangan.

Gol penentu tercipta pada menit ke-74 melalui gol bunuh diri pemain Persebaya, Yuran Fernandes. Pertandingan juga diwarnai kartu merah untuk pemain PSM, Agung Mannan, pada menit ke-93.

Hingga peluit akhir, PSM Makassar menang 1-0 atas Persebaya Surabaya dalam pertandingan yang disaksikan 2.807 penonton di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.

Hasil tersebut menutup laga dengan kemenangan bagi PSM. Sementara dari sisi pengamanan, kesiapan personel gabungan, pengaturan jalur suporter, dan koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menjaga jalannya pertandingan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *