Kumpul Bersama Masyarakat di Parepare, Warga Bisa Sampaikan Keluhan Langsung ke Polisi

oleh -78 views

PAREPARE – Komunikasi antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga keamanan di kawasan Pelabuhan Nusantara Parepare. Melalui program Kumpul Bersama Masyarakat (Kubang), Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan, kritik, hingga persoalan keamanan yang mereka hadapi.

Kapolsek KPN IPTU Suardi, S.E., bersama personelnya menemui masyarakat di Terminal Pelabuhan Nusantara Parepare, Rabu (21/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi sarana bagi kepolisian untuk mendengar langsung aspirasi warga, sekaligus memperoleh gambaran mengenai persoalan ketertiban di lingkungan pelabuhan.

Bagi polisi, masukan masyarakat menjadi salah satu bahan untuk mengevaluasi langkah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pendekatan ini juga membuka kesempatan bagi warga untuk menyampaikan persoalan tanpa harus menunggu munculnya gangguan keamanan.

Suardi menilai komunikasi dua arah diperlukan agar kepolisian dapat memahami kebutuhan masyarakat secara lebih dekat.

“Masukan, kritik, dan keluhan masyarakat penting bagi kami untuk mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan. Dengan komunikasi yang terbuka, upaya menjaga keamanan bisa dilakukan secara lebih tepat sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Suardi.

Kedekatan Polisi dan Warga Jadi Perhatian

Program Kubang dijadwalkan setiap Rabu sebagai ruang dialog langsung antara polisi dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, warga dapat menyampaikan persoalan yang membutuhkan perhatian, sementara kepolisian memperoleh masukan untuk menentukan langkah penanganan yang relevan.

Upaya ini sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan hubungan antara aparat dan warga sebagai bagian penting dalam pemeliharaan keamanan.

Di kawasan pelabuhan, komunikasi semacam ini memiliki arti penting mengingat tingginya aktivitas masyarakat, penumpang, serta arus barang. Namun, efektivitas pendekatan tersebut tidak hanya ditentukan oleh tersedianya ruang dialog, melainkan juga oleh tindak lanjut atas persoalan yang disampaikan warga.

Karena itu, aspirasi yang masuk perlu menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian agar komunikasi tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut pada upaya penyelesaian masalah sesuai kewenangan.

Dalam pertemuan tersebut, Suardi didampingi Wakapolsek KPN IPTU Sunarya serta sejumlah pejabat unit di lingkungan Polsek KPN, termasuk unsur reskrim, intelkam, samapta, dan binmas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *