Kasat Lantas Parepare Pilih Pendekatan Humanis untuk Bangun Kesadaran Berlalu Lintas

oleh -12 views

PAREPARE — Dihentikan polisi saat berkendara tanpa helm biasanya membuat pengendara khawatir akan terkena tilang. Namun, suasana berbeda terlihat di Jalan Andi Mappatola, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, ketika sejumlah pengendara justru menerima helm berstandar SNI secara gratis pada hari pertama Operasi Patuh Pallawa 2026.

Alih-alih langsung berujung penindakan, pelanggaran tersebut menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.

Aksi yang dipimpin Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan bersama Kasat Lantas AKP Rusdi Yunus itu menarik perhatian pengguna jalan. Pengendara yang kedapatan tidak mengenakan helm mendapatkan edukasi mengenai keselamatan berkendara sekaligus helm untuk melindungi kepala mereka.

Pendekatan ini menempatkan keselamatan sebagai pesan utama operasi, bukan semata-mata ancaman sanksi bagi pelanggar.

Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan mengatakan, kepolisian ingin membangun kesadaran masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas karena memahami risikonya, bukan hanya karena takut berhadapan dengan petugas.

“Di hari pertama Operasi Patuh Pallawa 2026 ini, kami ingin memberikan pesan kepada masyarakat bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada penegakan hukum atau penilangan semata. Kami ingin mengedukasi dan membangun kesadaran sejak dini demi keselamatan bersama,” ujar Phunky.

Penggunaan helm berstandar SNI merupakan salah satu bentuk perlindungan mendasar bagi pengendara sepeda motor. Tanpa perlindungan tersebut, risiko cedera kepala ketika terjadi kecelakaan dapat meningkat.

Karena itu, pembagian helm dalam operasi tersebut membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar bantuan kepada pengendara yang belum mengenakan perlengkapan keselamatan.

Kepatuhan berlalu lintas semestinya tumbuh dari pemahaman bahwa setiap perjalanan memiliki risiko. Helm bukan sekadar perlengkapan untuk menghindari teguran polisi, melainkan pelindung yang dapat membantu mengurangi risiko cedera serius ketika kecelakaan terjadi.

Phunky menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan. Menurut dia, kesadaran untuk melindungi diri perlu menjadi kebiasaan, bukan muncul hanya ketika ada pemeriksaan oleh petugas.

Melalui Operasi Patuh Pallawa 2026 yang direncanakan berlangsung selama 14 hari, masyarakat Parepare diimbau meningkatkan kedisiplinan berkendara dan menghindari pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan.

Pendekatan persuasif tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan penegakan aturan. Sebab, upaya menciptakan lalu lintas yang aman tidak cukup hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga membutuhkan pemahaman dan kebiasaan tertib dari masyarakat.

Pada akhirnya, helm yang diberikan secara gratis itu membawa pesan sederhana: keselamatan berkendara bukan soal lolos dari tilang, melainkan tentang melindungi diri sendiri dan orang lain di jalan raya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *