Jadi Pembina Upacara, Waka Polres Parepare Tekankan Keselamatan Pelajar

oleh -14 views

Parepare — Berkendara ke sekolah tanpa memiliki surat izin mengemudi (SIM) bukan sekadar pelanggaran aturan lalu lintas. Bagi pelajar yang belum memenuhi syarat berkendara, keputusan membawa sepeda motor juga menyangkut keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.

Peringatan itu disampaikan Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin saat menjadi pembina upacara bendera di UPT SMA Negeri 2 Parepare, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (19/10/2026). Di hadapan para siswa, ia juga mengingatkan bahaya tawuran, narkoba, perundungan, dan geng motor.

“Kalau adik-adik belum memiliki SIM, jangan memaksakan bawa motor ke sekolah. Lebih baik diantar orang tua atau gunakan angkutan umum. Tertib lalu lintas itu adalah cerminan kedisiplinan diri,” ujar Saharuddin.

Saharuddin mengaku prihatin terhadap kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur hingga menimbulkan korban meninggal dunia. Menurut dia, kebiasaan berkendara tanpa helm, tanpa spion, atau sebelum cukup umur perlu menjadi perhatian bersama.

Karena itu, ia meminta pihak sekolah ikut memperkuat edukasi keselamatan berkendara. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus dibangun sebelum pelanggaran berujung pada kecelakaan, bukan hanya melalui penindakan setelah kejadian.

Selain itu, Saharuddin mengingatkan siswa agar tidak terlibat dalam perilaku yang dapat merusak masa depan mereka.

“Saya titip kepada adik-adik semua, jauhi tawuran, jauhi narkoba, jauhi bullying atau perundungan, dan jauhi geng motor. Masa depan kalian masih panjang. Jangan rusak dengan hal-hal yang tidak bermanfaat,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan sekolah dan orang tua sebagai bagian penting dalam pencegahan kenakalan remaja. Pengawasan aktivitas anak, komunikasi terbuka, serta keteladanan dalam menaati aturan dapat membantu membentuk kebiasaan yang lebih bertanggung jawab.

Saharuddin juga meminta siswa menghormati guru, menaati tata tertib sekolah, dan ikut menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Kepala UPT SMA Negeri 2 Parepare, Mardiah, menyambut baik penyampaian materi tersebut. Ia menilai pesan tentang disiplin, keselamatan, dan perilaku remaja relevan dengan kehidupan pelajar saat ini serta berharap edukasi serupa berlanjut secara rutin.

Bagi sekolah, pembinaan tidak cukup berhenti pada imbauan saat upacara. Edukasi berkelanjutan dan keterlibatan keluarga diperlukan agar keselamatan berkendara serta pencegahan perundungan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Melalui program Polisi Bersama Masyarakat, Polres Parepare mendorong kedekatan polisi dengan lingkungan pendidikan. Namun, dampaknya akan lebih terasa apabila pesan tersebut diterjemahkan menjadi tindakan nyata di rumah, sekolah, dan jalan raya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *