Dua SMP di Parepare Berselisih, Polsek Soreang Bergerak Cegah Tawuran

oleh -27 views

PAREPARE — Perselisihan antarpelajar SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Parepare mendapat perhatian kepolisian. Polisi meningkatkan pengawasan di sekitar sekolah untuk mencegah perselisihan tersebut berkembang menjadi tawuran.

Informasi mengenai potensi perkelahian itu menjadi perhatian setelah adanya rencana bentrokan antarpelajar dari kedua sekolah. Situasi tersebut kemudian dibahas antara jajaran Polsek Soreang dan pihak SMP Negeri 2 Parepare, Jumat (2/10/2026).

Kapolsek Soreang AKP Amir Usman mengatakan pengawasan terutama diarahkan pada waktu pulang sekolah. Langkah itu dinilai penting karena aktivitas pelajar mulai terkonsentrasi di luar lingkungan sekolah pada waktu tersebut.

“Kami melakukan langkah pencegahan agar perselisihan tidak berkembang menjadi perkelahian. Pengawasan akan diperkuat terutama saat jam pulang sekolah,” kata Amir.

Selain penjagaan di sekitar SMP Negeri 2 Parepare, polisi juga meningkatkan patroli di sejumlah sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Soreang.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk mencegah pelajar berkumpul di lokasi tertentu setelah jam sekolah dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi saling serang.

Amir mengatakan persoalan antarpelajar perlu ditangani sejak munculnya tanda-tanda konflik. Menurut dia, keterlibatan sekolah dan keluarga juga dibutuhkan agar persoalan tidak meluas.

“Perselisihan antarpelajar sebaiknya diselesaikan sebelum berkembang menjadi tindakan yang merugikan. Karena itu, komunikasi antara sekolah, orang tua dan kepolisian menjadi penting,” ujarnya.

Pihak sekolah juga dilibatkan dalam upaya menjaga situasi tetap kondusif. Koordinasi antara kepolisian dan SMP Negeri 2 Parepare berlangsung pada Jumat pagi setelah muncul informasi mengenai potensi tawuran.

Hingga siang hari, tidak terdapat laporan mengenai bentrokan di lokasi. Polisi selanjutnya melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali perselisihan.

Persoalan tawuran pelajar menjadi perhatian karena konflik yang bermula dari perselisihan kecil dapat dengan cepat melibatkan lebih banyak siswa. Karena itu, pengawasan pada titik dan waktu yang dianggap rawan menjadi salah satu langkah pencegahan yang dilakukan kepolisian.

Jajaran Polsek Soreang juga mengingatkan agar para pelajar tidak membawa persoalan antarsekolah ke dalam tindakan kekerasan. Penyelesaian melalui sekolah dan komunikasi dengan orang tua dinilai lebih penting daripada membiarkan konflik berkembang di luar lingkungan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *