PAREPARE — Pengawasan anak di lingkungan keluarga, bahaya narkoba, hingga penyebaran hoaks menjadi sejumlah persoalan yang disoroti Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan saat menemui jamaah Masjid Mujahid Baiturrahim, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Jumat (23/10/2026).
Dalam pertemuan melalui program Jumat Keliling tersebut, Kapolres mengajak masyarakat mengambil peran lebih besar dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia menekankan bahwa upaya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak cukup hanya mengandalkan kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan warga.
Menurut Phunky, keluarga memiliki posisi penting dalam mencegah anak terjerumus ke pergaulan berisiko. Orang tua perlu mengetahui lingkungan pertemanan anak, mendampingi aktivitas mereka, serta memperhatikan penggunaan media sosial di tengah perkembangan teknologi digital.
“Menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama. Peran keluarga sangat penting, terutama dalam mendampingi anak-anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun perilaku yang merugikan masa depan mereka,” ujar Phunky.
Persoalan narkoba menjadi salah satu perhatian dalam pesan Kapolres kepada jamaah. Ia mengingatkan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk melalui komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak.
Selain narkoba, masyarakat juga diminta memperhatikan risiko minuman keras, perundungan, dan tawuran yang dapat merugikan generasi muda maupun lingkungan sekitarnya.
Pendampingan keluarga dinilai penting agar orang tua tidak hanya mengetahui aktivitas anak, tetapi juga memahami persoalan yang mereka hadapi. Komunikasi yang baik dapat membantu keluarga mengenali perubahan perilaku dan memberikan arahan sebelum masalah berkembang lebih jauh.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan menjaga kerukunan dan tidak membiarkan perbedaan pandangan menjadi pemicu perselisihan. Kapolres mengajak warga menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan.
Perhatian Kapolres juga tertuju pada penggunaan media sosial. Arus informasi yang cepat, menurut pesan yang disampaikannya, perlu diimbangi dengan sikap kritis agar masyarakat tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Phunky mengingatkan warga untuk memeriksa sumber dan kebenaran informasi sebelum membagikannya. Hoaks, ujaran kebencian, serta konten yang memecah belah masyarakat berpotensi merusak hubungan antarwarga apabila disebarkan tanpa pertimbangan.
“Pastikan informasi yang diterima benar sebelum membagikannya. Jangan sampai media sosial justru menjadi sarana menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian yang merusak kerukunan,” katanya.
Pesan tersebut juga berkaitan dengan pengawasan terhadap anak. Orang tua diharapkan mendampingi penggunaan media sosial, mengenalkan etika berkomunikasi di ruang digital, serta membangun kebiasaan berdiskusi ketika anak menemukan informasi yang meragukan.
Dengan demikian, penggunaan teknologi tidak hanya menjadi urusan pribadi, tetapi juga membutuhkan perhatian keluarga agar tidak menimbulkan persoalan sosial.
Selain keamanan lingkungan dan persoalan generasi muda, Kapolres Parepare mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan saat berkendara.
Ia meminta pengendara mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengguna mobil, serta menghindari berkendara ketika kondisi tubuh lelah.
Kepatuhan terhadap aturan tersebut penting untuk mengurangi risiko kecelakaan yang dapat membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
Program Jumat Keliling di Masjid Mujahid Baiturrahim menjadi kesempatan bagi jajaran Polres Parepare untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan mengenai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui pertemuan seperti ini, kepolisian berharap masyarakat semakin terbuka dalam menyampaikan aspirasi dan persoalan di lingkungannya. Sebaliknya, komunikasi dua arah juga memberi ruang bagi polisi untuk memahami kebutuhan warga dalam menjaga keamanan bersama. (*)








