Waka Polres Parepare Soroti Perilaku Remaja, Sekolah dan Keluarga Punya Peran Penting

oleh -32 views

Parepare — Mencegah kenakalan remaja tidak cukup dengan memberikan hukuman setelah pelanggaran terjadi. Sekolah dan keluarga perlu membangun lingkungan yang mampu menanamkan disiplin, kepedulian, serta keberanian menolak perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pesan tersebut disampaikan Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin saat menjadi pembina upacara bendera di UPT SMA Negeri 2 Parepare, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (19/10/2026). Di hadapan para siswa, ia mengingatkan bahaya tawuran, penyalahgunaan narkoba, perundungan atau bullying, hingga keterlibatan dalam geng motor.

“Saya titip kepada adik-adik semua, jauhi tawuran, jauhi narkoba, jauhi bullying atau perundungan, dan jauhi geng motor. Masa depan kalian masih panjang. Jangan rusak dengan hal-hal yang tidak bermanfaat,” tegas Saharuddin.

Tawuran, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan yang membutuhkan pencegahan sejak dini. Penindakan dapat diperlukan ketika pelanggaran terjadi, tetapi upaya tersebut perlu diimbangi pendidikan karakter dan pendampingan yang berkelanjutan.

Karena itu, peran sekolah tidak berhenti pada penyampaian tata tertib. Guru, orang tua, dan lingkungan pertemanan juga perlu menciptakan ruang komunikasi agar pelajar berani menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sebelum berkembang menjadi konflik.

Saharuddin mengajak siswa menghormati guru, menaati aturan sekolah, serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Disiplin, menurut pesan yang disampaikannya, perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari, bukan hanya ketika berada di lingkungan sekolah.

Selain pembinaan karakter, Saharuddin menyoroti keselamatan berlalu lintas. Ia mengaku prihatin terhadap kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur hingga menimbulkan korban meninggal dunia.

Ia mengingatkan pelajar agar tidak mengendarai sepeda motor sebelum memenuhi persyaratan, termasuk memiliki SIM. Penggunaan helm dan kelengkapan kendaraan juga menjadi bagian penting dari upaya melindungi keselamatan di jalan.

“Sayangi nyawa kalian, ingat orang tua menunggu di rumah,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kesadaran hukum bukan semata-mata soal menghindari sanksi. Kepatuhan terhadap aturan juga berkaitan dengan tanggung jawab terhadap keselamatan diri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya.

Kepala UPT SMA Negeri 2 Parepare, Mardiah, menyambut baik kehadiran Wakapolres sebagai pembina upacara. Ia menilai pesan tentang kedisiplinan dan pencegahan perilaku negatif relevan bagi pelajar serta berharap edukasi serupa dapat berlangsung secara rutin.

Program Polisi Bersama Masyarakat menjadi salah satu ruang untuk mendekatkan kepolisian dengan lingkungan pendidikan. Namun, dampaknya akan lebih kuat jika penyuluhan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dilanjutkan melalui komunikasi, pendampingan, dan langkah pencegahan yang nyata.

Membangun generasi yang taat hukum membutuhkan kerja bersama. Polisi, sekolah, dan keluarga memiliki peran berbeda, tetapi tujuan yang sama: membantu pelajar tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung masa depan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *