Satlantas Parepare Pilih Edukasi Humanis, Sopir Truk dan Ojol Jadi Sasaran Utama

oleh -8 views

PAREPARE — Kelelahan saat berkendara masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Risiko tersebut tidak hanya mengintai pengemudi jarak jauh, tetapi juga pekerja transportasi harian seperti sopir truk dan pengemudi ojek online yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan.

Di tengah tingginya mobilitas kendaraan, kesadaran untuk beristirahat dan memastikan kondisi kendaraan tetap prima dinilai sama pentingnya dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Namun dalam praktiknya, tuntutan pekerjaan sering kali membuat aspek keselamatan terabaikan.

Situasi itu menjadi perhatian Satlantas Polres Parepare. Melalui program Polantas Karib, personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) memilih mendekati para pengemudi secara persuasif dengan berdialog langsung di kawasan Jalan Mattirotasi, Jumat (25/9/2026).

Alih-alih mengedepankan penindakan, pendekatan yang digunakan lebih menekankan edukasi mengenai kebiasaan berkendara yang aman. Sopir truk dan pengemudi ojek online dipilih karena termasuk kelompok yang memiliki tingkat paparan risiko cukup tinggi di jalan raya.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Parepare, Iptu Sumiati, SH, mengatakan upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran keselamatan tumbuh dari diri pengendara sendiri.

“Kami ingin mengingatkan bahwa keselamatan bukan semata-mata soal mematuhi aturan, tetapi bagaimana setiap pengguna jalan menjaga diri sendiri dan orang lain dari risiko kecelakaan,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, petugas menyoroti pentingnya kelengkapan berkendara, mulai dari kepemilikan SIM dan STNK hingga memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan. Pemeriksaan sederhana terhadap rem, lampu kendaraan, tekanan ban, maupun penggunaan perlengkapan keselamatan dinilai dapat membantu mengurangi potensi kecelakaan.

Selain itu, faktor kelelahan menjadi perhatian utama. Menurutnya, banyak kecelakaan berawal dari menurunnya konsentrasi akibat kurang istirahat, terutama pada pengemudi yang menempuh perjalanan panjang atau mengejar target pekerjaan.

“Jangan memaksakan diri saat tubuh sudah lelah. Berhenti sejenak untuk beristirahat jauh lebih aman dibanding mengambil risiko yang bisa berakibat fatal,” kata Iptu Sumiati.

Pendekatan dialogis tersebut mendapat respons positif dari para pengemudi. Sejumlah driver ojek online mengaku lebih mudah menerima pesan keselamatan ketika disampaikan melalui percakapan yang santai dan dekat dengan pengalaman mereka sehari-hari.

Salah seorang pengemudi mengakui target pekerjaan sering membuat waktu istirahat terabaikan.

“Kadang fokus mengejar orderan sampai lupa kondisi badan. Kalau diingatkan seperti ini, kami jadi lebih sadar pentingnya istirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.

Peningkatan kesadaran pengemudi menjadi salah satu tantangan dalam menciptakan lalu lintas yang aman. Di tengah aktivitas transportasi yang terus bergerak, keselamatan tidak hanya bergantung pada aturan yang berlaku, tetapi juga pada keputusan sederhana yang diambil setiap pengendara, mulai dari memeriksa kendaraan hingga memberi tubuh waktu untuk beristirahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *