Salut! Bhabinkamtibmas Ini Tolak Berdiri Jadi Pengawas, Pilih Angkat Karung Sampah Bareng Emak-Emak di Kampung Pisang

oleh -21 views

PAREPARE – Jika biasanya pagi di Jalan H. Baharuddin hanya diisi aktivitas warga berangkat kerja dan anak sekolah, Kamis (15/10) kemarin suasananya berbeda. Sejak matahari mulai meninggi, puluhan warga Kelurahan Kampung Pisang sudah berkumpul di pinggir jalan sambil membawa peralatan seadanya, ada sapu lidi, cangkul, parang, hingga karung bekas.

Mereka bukan sedang ada proyek pemerintah. Mereka sedang gotong royong. Staf Kelurahan Kampung Pisang, warga setempat, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Pisang, Aipda Abbas, turun bersama membersihkan lingkungan yang selama beberapa minggu terakhir terlihat kumuh.

Pantauan di lapangan, fokus pembersihan ada pada tiga titik, selokan yang tersumbat sampah plastik, bahu jalan yang ditumbuhi rumput liar setinggi lutut, dan tumpukan sampah rumah tangga di sudut jalan. Warga laki-laki kebanyakan mencangkul dan memangkas rumput, sementara ibu-ibu menyapu dan mengumpulkan sampah ke dalam karung.

Yang menarik, di tengah kerumunan itu terlihat Aipda Abbas. Ia tidak berdiri sebagai pengawas, melainkan ikut bekerja. Sesekali ia terlihat mengangkat karung sampah yang cukup berat ke atas gerobak, sesekali membantu mencabut rumput liar. Warga pun terlihat lebih santai mengobrol dengannya.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara, IPTU Suardi, S.E., saat dikonfirmasi mengatakan, apa yang terjadi di Kampung Pisang adalah contoh ideal hubungan antara pemerintah kelurahan, kepolisian, dan masyarakat.

“Kami selalu mendorong anggota Bhabinkamtibmas untuk tidak berjarak dengan warga. Sinergi itu tidak dibangun lewat rapat formal saja, tetapi lewat kegiatan seperti ini, keringat bersama, capek bersama,” ujar IPTU Suardi.

Menurutnya, kerja bakti memiliki dampak ganda. Dari sisi fisik, lingkungan menjadi bersih dan sehat. Dari sisi sosial, hubungan antar warga dan aparat menjadi lebih dekat. Ketika kedekatan itu sudah ada, informasi sekecil apapun soal keamanan lingkungan akan lebih cepat sampai.

Salah seorang warga yang ikut dalam kerja bakti mengaku senang melihat kekompakan tersebut. Ia menyebut, sudah lama Jalan H. Baharuddin tidak dibersihkan secara bersama-sama seperti ini. Biasanya hanya beberapa warga saja yang peduli.

“Kalau begini kan enak, semua turun. Jalan jadi bersih, selokan tidak mampet lagi. Kalau hujan deras kemarin kan air meluap karena sampah,” ujarnya.

Setelah hampir tiga jam bekerja, hasilnya terlihat nyata. Bahu jalan yang tadinya tertutup rumput kini terlihat rapi, selokan yang tersumbat sudah kembali mengalir, dan tumpukan sampah sudah terangkut. Warga pun sepakat untuk mengagendakan kerja bakti serupa secara rutin.