Program Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Edukasi Siswa SMAN 1 Parepare

oleh -42 views

Parepare — Ancaman narkoba di kalangan remaja tidak bisa dihadapi hanya dengan larangan. Keberanian menolak ajakan, lingkungan pergaulan yang sehat, serta keterbukaan kepada keluarga dan guru menjadi bagian penting untuk melindungi pelajar dari penyalahgunaan zat berbahaya.

Pesan itu disampaikan Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan saat menjadi pembina upacara bendera di UPT SMAN 1 Parepare, Jalan Matahari, Kelurahan Mallusetasi, Senin (19/10/2026).

Kehadiran Kapolres tersebut merupakan bagian dari program Polisi Bersama Masyarakat, yang antara lain diarahkan untuk membangun kesadaran hukum dan mencegah kenakalan remaja sejak dini.

Dalam amanatnya, Phunky mengingatkan para siswa agar tidak menganggap peredaran narkoba sebagai persoalan yang jauh dari lingkungan sekolah. Rasa ingin tahu, tekanan pertemanan, dan keinginan diterima dalam kelompok dapat menjadi celah yang perlu diwaspadai.

“Jangan pernah berpikir bahwa narkoba itu jauh dari kita. Saat ini peredarannya sudah menyusup ke berbagai kalangan, termasuk lingkungan sekolah. Sasarannya adalah kalian, para pelajar yang sedang mencari jati diri dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” tegasnya.

Menurut dia, penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan fisik dan mental, mengganggu konsentrasi belajar, serta menghambat pencapaian cita-cita. Karena itu, pelajar perlu berani menolak narkoba tanpa takut dianggap tidak gaul.

Phunky mendorong siswa memilih teman dan aktivitas yang mendukung perkembangan diri. Olahraga, seni, kegiatan ekstrakurikuler, dan aktivitas keagamaan dapat menjadi pilihan untuk menyalurkan energi sekaligus membangun disiplin.

Ia juga mengingatkan siswa agar tidak memendam masalah sendirian. Ketika menghadapi tekanan atau persoalan pribadi, pelajar dapat berbicara dengan orang tua, wali kelas, atau guru bimbingan konseling (BK), alih-alih mencari pelarian melalui zat berbahaya.

“Jadilah generasi penerus yang cerdas, sehat, dan berakhlak mulia. Mari kita jaga sekolah kita ini agar selalu bersih dari pengaruh narkoba. Prestasi YES, Narkoba NO!” pungkasnya.

Edukasi di sekolah menjadi salah satu pintu pencegahan, tetapi upaya tersebut perlu berlanjut di luar ruang kelas. Keluarga, guru, dan lingkungan pertemanan berperan membangun ruang aman agar remaja dapat membicarakan persoalan yang mereka hadapi.

Pada saat yang sama, pesan antinarkoba perlu disertai akses pendampingan yang jelas bagi siswa yang mengalami tekanan atau membutuhkan bantuan. Dengan begitu, pencegahan tidak berhenti sebagai slogan saat upacara, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *