Polsek Soreang Parepare Bantu Warga Padamkan Api dengan Peralatan Seadanya

oleh -6 views

Parepare — Warga menjadi pihak pertama yang berupaya memadamkan kebakaran lahan di Jalan Pendidikan, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Parepare, Minggu (18/10/2026) pagi. Dengan menggunakan ember, batang kayu, dan tanah, mereka berusaha menahan api yang membakar alang-alang kering sebelum personel Polsek Soreang tiba membantu pemadaman.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 10.05 WITA oleh Sudirman, 35 tahun. Saat melintas setelah menjemput istrinya, ia melihat api menyala di lahan kosong yang tidak jauh dari rumah penduduk.

Sudirman menghentikan kendaraannya dan memanggil warga sekitar. Mereka kemudian bergotong royong memadamkan api dengan peralatan yang tersedia di lokasi. Namun, kondisi alang-alang yang kering membuat kobaran berpotensi menjalar ke bagian lain dari lahan.

Karena khawatir api merambat ke permukiman, warga menghubungi Polsek Soreang untuk meminta bantuan.

Lahan yang terbakar diperkirakan berukuran 30 x 30 meter. Sebagian besar permukaannya ditumbuhi alang-alang kering yang mudah terbakar ketika terkena sumber api.

Kedekatan lokasi dengan rumah penduduk membuat warga berusaha menangani kebakaran secepat mungkin. Mereka menggunakan ember untuk menyiram api, sementara batang kayu dan tanah dimanfaatkan untuk membantu memadamkan bagian yang masih menyala.

“Kering sekali alang-alangnya. Kalau tidak cepat dipadamkan, bisa merambat ke rumah warga yang dekat,” kata Sudirman.

Upaya awal tersebut dilakukan sambil menunggu bantuan kepolisian. Kekhawatiran warga bukan hanya pada lahan yang terbakar, tetapi juga kemungkinan api menjalar ke lingkungan tempat tinggal mereka.

Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Belum ada informasi yang memastikan apakah api berasal dari pembakaran sampah, puntung rokok, atau sumber lainnya.

Sekitar pukul 10.20 WITA, personel Polsek Soreang tiba di lokasi dipimpin KA SPKT Aiptu Abd. Rahman Kamaruddin. Mereka bergabung dengan warga untuk memadamkan titik api dan mencegah kobaran meluas.

Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi. Setelah sekitar 25 menit penanganan sejak kedatangan personel, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.45 WITA.

Polisi dan warga masih memeriksa area kebakaran hingga sekitar pukul 11.00 WITA untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Pemeriksaan ini penting agar titik api tidak kembali menyala di antara tumbuhan kering.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan. Lahan tersebut merupakan lahan kosong, sedangkan pemiliknya belum diketahui berdasarkan informasi yang tersedia.

Kebakaran di Bukit Harapan menunjukkan bahwa lahan kosong yang dipenuhi tumbuhan kering dapat menjadi sumber risiko bagi permukiman di sekitarnya. Rumput tinggi dan alang-alang yang mengering mudah terbakar, terutama ketika terkena sumber api.

Karena itu, pemilik atau pihak yang mengelola lahan perlu memperhatikan kondisi vegetasi, terlebih jika lokasinya berdekatan dengan rumah. Pembersihan tumbuhan kering dan pengendalian aktivitas yang melibatkan api dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.

Warga juga perlu menghindari membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan. Jika menemukan api, masyarakat sebaiknya segera menghubungi petugas dan memberikan informasi lokasi secara jelas.

Pemadaman dengan alat seadanya hanya layak dilakukan ketika api masih kecil, tersedia sarana yang memadai, dan tindakan tersebut tidak membahayakan warga. Jika kobaran membesar atau mendekati bangunan, keselamatan harus diutamakan.

Dalam kejadian ini, warga lebih dahulu mengambil tindakan, kemudian personel Polsek Soreang bergabung membantu pemadaman. Api berhasil dikendalikan tanpa korban jiwa yang dilaporkan, sementara penyebab kebakaran masih belum diketahui.