Polres Parepare Perkuat Pencegahan Narkoba dan Judi Online, Mahasiswa Jadi Perhatian

oleh -34 views

Parepare — Polres Parepare memperkuat upaya pencegahan narkoba dan judi online di tengah kekhawatiran terhadap ancaman yang menyasar generasi muda, termasuk mahasiswa. Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan menegaskan, Kota Parepare tidak boleh menjadi pasar peredaran narkoba maupun ruang berkembangnya praktik judi online.

Pernyataan itu disampaikan Kapolres saat menanggapi isu narkoba dan judi online yang turut dibahas dalam kuliah umum di IAIN Parepare pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan bertema “Mahasiswa sebagai Benteng Bangsa: Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Narkoba dan Judi Online” tersebut diikuti sekitar 300 mahasiswa dan melibatkan unsur kampus, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Parepare tidak boleh jadi pasar narkoba dan judi online, apalagi sasarannya mahasiswa,” tegas Phunky.

Kapolres mengungkapkan, jajarannya telah melakukan pemetaan serta melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kegiatan terbaru, polisi menggelar razia di salah satu rumah bernyanyi di Kecamatan Soreang. Menurut Phunky, hasil kegiatan tersebut masih didalami.

“Kami sudah petakan, kami sudah lakukan KRYD, kemarin malam kami razia di salah satu rumah bernyanyi di Soreang. Hasilnya kami dalami,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya langkah penindakan di lapangan. Namun, hasil razia yang masih didalami belum dapat disimpulkan sebagai temuan pelanggaran narkoba atau judi online sebelum kepolisian menyampaikan hasil pemeriksaan secara resmi.

Pemetaan kerawanan dan kegiatan kepolisian menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan. Meski demikian, tindak lanjut yang terukur dan keterbukaan informasi mengenai hasil penanganan perkara juga penting agar masyarakat memahami perkembangan upaya tersebut.

Phunky menilai, penindakan saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan narkoba dan judi online. Menurut dia, upaya pencegahan perlu mendapat perhatian lebih besar agar masyarakat tidak mudah terjerumus sejak awal.

“Tapi kami sadar, penindakan itu hilir. Hulunya ada di pencegahan,” katanya.

Pernyataan itu menempatkan edukasi dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam menghadapi ancaman narkoba serta judi online. Bagi kalangan mahasiswa, pencegahan dapat diperkuat melalui pemahaman mengenai risiko, lingkungan pergaulan yang sehat, literasi digital, dan keberanian mencari bantuan ketika menghadapi masalah.

Di sisi lain, kampus, keluarga, masyarakat, dan kepolisian perlu membangun komunikasi yang berkelanjutan. Edukasi tidak cukup dilakukan melalui satu kali seminar, tetapi perlu disertai langkah nyata yang dapat menjangkau mahasiswa dan kelompok rentan lainnya.

Sebelumnya, BPC HIPMI Kota Parepare bersama IAIN Parepare menggelar kuliah umum yang membahas peran generasi muda dalam mencegah narkoba dan judi online. Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Rektor IAIN Parepare Prof. Dr. Hj. Darmawati dan Anggota Komisi III DPR RI Andi Amar Ma’ruf Sulaiman.

Dalam forum itu, Rektor IAIN Parepare menekankan bahwa kampus membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menjaga mahasiswa karena pengawasan tidak mungkin dilakukan setiap saat.

“Kami tidak bisa mengawasi anak-anak kami secara langsung setiap saat. Kami butuh bantuan semua pihak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan penekanan Kapolres mengenai pentingnya pencegahan. Perlindungan terhadap mahasiswa membutuhkan kerja bersama, mulai dari lingkungan pendidikan dan keluarga hingga aparat penegak hukum.

Bagi Polres Parepare, tantangan selanjutnya adalah memastikan pemetaan kerawanan, KRYD, penindakan, dan upaya edukasi berjalan saling melengkapi. Sementara itu, masyarakat dapat berperan dengan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal serta melaporkan dugaan tindak pidana melalui saluran resmi kepolisian.

Pesan Kapolres jelas: Parepare tidak boleh menjadi pasar narkoba dan judi online. Namun, keberhasilan melindungi generasi muda tidak hanya ditentukan oleh razia, melainkan juga oleh konsistensi pencegahan dan kerja sama semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *