Polres Parepare Mengawal Aksi Pemuda Pancasila, Situasi di Kantor PLN Kondusif

oleh -4 views

Parepare — Personel Polres Parepare mengawal sekitar 30 anggota MPC Pemuda Pancasila Kota Parepare yang berjalan kaki menuju kantor PLN UP3 Parepare, Senin (28/9/2026). Pengawalan dilakukan saat massa menyampaikan aspirasi mengenai pemadaman listrik bergilir di Kota Parepare.

Massa awalnya berkumpul di kantor KONI Parepare, Jalan Ganggawa. Dari lokasi tersebut, mereka bergerak menuju kantor PLN UP3 Parepare di Jalan Veteran, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung.

Kabag Ops Polres Parepare Kompol Slamet Paryanto, S.Pd., M.Si., memimpin pengamanan kegiatan dengan melibatkan sejumlah personel, termasuk anggota Satlantas Polres Parepare.

Pengawalan berlanjut setelah massa tiba di kantor PLN. Polisi berada di sekitar lokasi ketika peserta menyampaikan tuntutan dan melakukan dialog dengan pihak PLN.

Aksi tersebut membawa persoalan pemadaman listrik bergilir sebagai isu utama. Pemuda Pancasila meminta PLN memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan, termasuk informasi mengenai jadwal, wilayah, dan durasi pemadaman.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Parepare Fadly Agus Mante mengatakan pihaknya ingin PLN mengambil langkah untuk mengurangi durasi pemadaman sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Kami meminta agar durasi pemadaman dapat dipersingkat. Pihak PLN juga harus mengambil langkah konkret menghadapi persoalan ini dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” kata Fadly dalam dialog tersebut.

Polisi Kawal Dialog Massa dengan PLN

Setelah penyampaian aspirasi, perwakilan Pemuda Pancasila bertemu dengan Manager PLN UP3 Parepare Muh. Akbar dan sejumlah pejabat PLN. Dialog berlangsung sekitar 30 menit dengan pengamanan kepolisian di sekitar lokasi.

Dalam pertemuan itu, PLN menjelaskan bahwa keterbatasan pasokan dipengaruhi kondisi pembangkit. Penurunan volume air di PLTA Poso dan Bakaru disebut menjadi salah satu faktor, sementara pemeliharaan PLTU di Kabupaten Jeneponto turut memengaruhi kondisi sistem kelistrikan.

Perwakilan PLN mengatakan pihaknya tengah berupaya mengurangi durasi pemadaman dan menyiapkan solusi untuk menghadapi keterbatasan pasokan.

“Kami berupaya meminimalisir durasi waktu pemadaman dan akan menyampaikan sejumlah solusi kepada kantor wilayah,” kata perwakilan PLN UP3 Parepare.

Pembahasan kemudian meluas pada dampak pemadaman terhadap masyarakat. Pemuda Pancasila meminta adanya pendataan warga terdampak yang dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut mengenai kompensasi.

PLN menyatakan pendataan akan ditindaklanjuti melalui sosialisasi langsung dan penyampaian informasi melalui media sosial.

Aksi Berakhir Setelah Resolusi Disepakati

Pembahasan antara kedua pihak menghasilkan resolusi bersama yang ditandatangani setelah dialog selesai. Pemuda Pancasila juga mengusulkan pemantauan durasi pemadaman di sejumlah titik dengan melibatkan PLN.

Setelah penandatanganan resolusi, peserta aksi meninggalkan kantor PLN dan kembali ke titik kumpul. Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.45 WITA.

Sepanjang kegiatan, personel Polres Parepare mengawal pergerakan massa dari titik awal hingga pembubaran. Tidak ada gangguan yang dilaporkan selama aksi berlangsung.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, perhatian selanjutnya tertuju pada tindak lanjut resolusi, terutama mengenai durasi pemadaman, kondisi pasokan listrik, dan pendataan masyarakat yang terdampak.

(MS)