Polres Parepare dan Pendidikan Karakter: Pesan di Balik Culture Day SIT Andalusia

oleh -21 views

PAREPARE – Mengenalkan keberagaman kepada anak sejak dini bukan hanya urusan sekolah. Lingkungan keluarga dan masyarakat juga berperan dalam membentuk generasi yang mampu menghargai perbedaan. Pesan inilah yang mengemuka dalam Culture Day SIT Andalusia Parepare 2026 di Auditorium IAIN Parepare, Sabtu (24/10/2026).

Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar hadir mewakili Kapolres Parepare dalam pertemuan bertema “Ragam Budaya, Menyatu dalam Harmoni Menggelorakan Semangat Sumpah Pemuda” itu.

Kehadiran Anwar membawa unsur kepolisian ke tengah lingkungan pendidikan yang sedang mengangkat persoalan identitas budaya dan pembentukan karakter anak. Sebanyak sekitar 330 orang, mulai dari peserta didik, guru, orang tua hingga perwakilan sejumlah instansi, menghadiri acara tersebut.

Bagi anak-anak, pengenalan budaya bukan sekadar mengenal tradisi atau warisan daerah. Proses ini juga memberi ruang untuk belajar menghormati perbedaan, membangun kepercayaan diri, dan memahami identitasnya di tengah masyarakat yang beragam.

Nilai-nilai tersebut memiliki kaitan dengan kehidupan sosial yang lebih luas. Sikap saling menghormati dan kemampuan menerima perbedaan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antarmasyarakat.

Dalam sambutan yang disampaikan perwakilan Wali Kota Parepare, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Adriani Idrus menekankan bahwa pendidikan harus membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan pemahaman terhadap jati diri.

“Pendidikan tidak cukup hanya melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga harus membentuk generasi yang berakhlak, berkarakter, dan mengenal jati dirinya,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.

Ia mengingatkan bahwa anak-anak perlu memiliki wawasan luas tanpa kehilangan hubungan dengan budaya dan nilai luhur yang diwariskan generasi sebelumnya.

Pengenalan budaya, menurut pesan yang disampaikan dalam sambutan itu, dapat membantu anak menghargai keberagaman sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang perlu dijaga dan dikembangkan.

Dalam konteks ini, sekolah dan keluarga memiliki peran penting untuk memastikan nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai materi pembelajaran. Anak juga perlu melihat contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana orang dewasa memperlakukan orang yang memiliki latar belakang berbeda.

Kehadiran AKP Anwar di Auditorium IAIN Parepare mempertemukan unsur kepolisian dengan lingkungan pendidikan dan keluarga. Hubungan semacam ini menjadi salah satu ruang interaksi antara aparat dan masyarakat di luar persoalan penegakan hukum.

Meski demikian, belum ada keterangan langsung dari Anwar dalam bahan yang tersedia mengenai pandangan Polres Parepare terhadap tema Culture Day maupun bentuk dukungan khusus kepolisian terhadap pendidikan karakter. Karena itu, kehadirannya tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya program khusus atau komitmen tertentu yang belum dikonfirmasi.

Selain perwakilan Polres Parepare, acara tersebut dihadiri Direktur Andalusia Institut Parepare H. A. Abd. Rahman Saleh, Ketua Komite SDIT Andalusia Bahtiar Abu Bakar, Kepala SDIT Andalusia Herdina S., Kepala TKIT Andalusia Yuliastuti Eko Handayani, dan Ketua Panitia Sri Andini.

Hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Parepare, Sat Brimob Polda Sulawesi Selatan, serta Kejaksaan Negeri Parepare.

Pertemuan lintas unsur tersebut menempatkan pendidikan dan kebudayaan sebagai perhatian bersama. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang mendukung mereka untuk berkembang, mengenal identitasnya, serta belajar hidup berdampingan dengan orang lain.

Culture Day SIT Andalusia Parepare 2026 pun membawa pesan yang lebih luas dari sekadar pengenalan budaya. Pembentukan generasi yang berkarakter membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, sementara penghargaan terhadap keberagaman perlu dimulai dari lingkungan terdekat anak. (*)