Polisi Peduli Pendidikan, H. Muh Amin Ingatkan Siswa tentang Bullying

oleh -38 views

PAREPARE – Perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan pelanggaran lalu lintas menjadi persoalan yang perlu diwaspadai sejak usia sekolah. Pesan itu disampaikan Kabag Ren Polres Parepare AKP H. Muh. Amin saat memberikan amanat di hadapan sekitar 800 siswa UPTD SMP Negeri 1 Parepare, Senin (26/10/2026).

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, H. Muh Amin mengajak para pelajar membangun kedisiplinan, menghormati guru, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Pesan tersebut disampaikan saat ia bertindak sebagai pembina upacara bendera di sekolah yang berlokasi di Jalan Karaeng Burane, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Parepare.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Perilaku tersebut tidak hanya merusak hubungan pertemanan, tetapi juga dapat membuat siswa merasa tertekan dan kehilangan rasa aman saat belajar.

“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman untuk belajar dan berkembang. Karena itu, setiap siswa perlu saling menghormati dan tidak melakukan perundungan terhadap teman,” ujar H. Muh Amin.

Ia mengingatkan para siswa agar tidak menganggap ejekan, intimidasi, atau tindakan merendahkan teman sebagai sesuatu yang lumrah. Sebaliknya, pelajar perlu membangun kepedulian dan berani menolak perilaku yang dapat menyakiti orang lain.

Selain perundungan, H. Muh Amin menekankan pentingnya menghormati guru sebagai sosok yang membimbing siswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan membentuk karakter.

Menurut pesan yang disampaikannya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan persiapan menghadapi masa depan.

Namun, siswa juga perlu memahami bahwa mereka berhak meminta penjelasan atau mencari bantuan dari orang dewasa tepercaya apabila menghadapi arahan yang tidak aman atau tidak semestinya.

Pemahaman tersebut penting agar sikap hormat kepada guru berjalan beriringan dengan keberanian melindungi diri dan menyampaikan persoalan secara tepat.

Kesadaran berlalu lintas turut menjadi perhatian dalam amanat H. Muh Amin. Para siswa diingatkan untuk menaati rambu-rambu, menyeberang di tempat yang aman, serta menggunakan perlengkapan keselamatan ketika berada di jalan.

Ia juga mengingatkan agar pelajar tidak mengendarai kendaraan bermotor sebelum memenuhi persyaratan hukum.

Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas perlu ditanamkan sejak dini karena keselamatan di jalan tidak hanya menyangkut diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Bagi pelajar, kebiasaan disiplin dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memperhatikan kondisi sekitar, tidak bermain-main di jalan, dan tidak mengikuti ajakan teman yang berisiko membahayakan keselamatan.

H. Muh Amin juga mengingatkan siswa tentang dampak penyalahgunaan narkoba yang dapat mengganggu kesehatan, pendidikan, dan masa depan mereka.

Para pelajar diharapkan memiliki pendirian kuat dalam menghadapi tekanan lingkungan, memilih pergaulan yang sehat, dan berani menolak ajakan yang berpotensi merugikan.

Kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab menjadi bekal penting bagi remaja, terutama ketika menghadapi pengaruh teman sebaya. Karena itu, pemahaman mengenai bahaya narkoba perlu disertai dukungan lingkungan yang membantu siswa mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan.

Program Polisi Peduli Pendidikan menjadi salah satu ruang bagi kepolisian untuk menyampaikan pesan mengenai kedisiplinan, keselamatan, dan perilaku sosial kepada pelajar secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, H. Muh Amin didampingi sejumlah personel Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara, termasuk Wakapolsek IPTU Sunarya, Kasium AIPDA Andi Zulkarnain, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mallusetasi AIPDA Muh. Nasir Cunnu.

Kepala UPTD SMP Negeri 1 Parepare, Dra. Hj. Sri Enyludfiyah, M.Pd., bersama jajaran wakil kepala sekolah, guru, dan para siswa juga hadir dalam upacara tersebut.

Pesan mengenai perundungan, keselamatan berlalu lintas, dan bahaya narkoba menegaskan pentingnya membangun kesadaran sejak usia sekolah. Tantangannya bukan hanya membuat pelajar memahami aturan, tetapi juga mendorong mereka menerapkan sikap saling menghormati, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. (*)