Perkuat Sinergi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Pisang Ikut Kerja Bakti Bersama Warga

oleh -21 views

PAREPARE – Cara polisi mendekati warga tidak selalu dengan seragam lengkap dan bahasa formal. Di Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, pendekatan itu dilakukan dengan cara yang jauh lebih sederhana, ikut memegang sapu dan cangkul.

Kamis (15/10) kemarin, saat warga Kelurahan Kampung Pisang menggelar kerja bakti di Jalan H. Baharuddin, Aipda Abbas yang merupakan Bhabinkamtibmas setempat datang lebih awal. Ia tidak datang untuk memberi sambutan, melainkan langsung bergabung dengan warga yang sudah mulai membersihkan selokan.

Dari pinggir jalan, terlihat bagaimana Aipda Abbas membangun komunikasi. Ia menyapa satu per satu warga, menanyakan kabar, sesekali bercanda dengan bapak-bapak yang sedang mencangkul, dan membantu ibu-ibu mengangkat sampah. Tidak ada sekat antara aparat dan warga.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara, IPTU Suardi, S.E., mengatakan pendekatan humanis seperti inilah yang kini terus ditekankan kepada seluruh Bhabinkamtibmas di wilayahnya.

“Tugas Bhabinkamtibmas itu bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat hubungan sosial. Kalau warga sudah percaya dan dekat, maka persoalan kamtibmas akan lebih mudah diselesaikan,” katanya.

Di sela kerja bakti, Aipda Abbas juga menyelipkan pesan-pesan ringan namun penting. Ia mengajak warga untuk tetap menjaga silaturahmi, tidak mudah tersulut emosi karena masalah sepele, dan saling membantu jika ada tetangga yang kesulitan.

Pesan itu diamini warga. Salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan, selama ini hubungan warga Kampung Pisang cukup harmonis, namun dengan kesibukan masing-masing, intensitas bertemu antar tetangga memang berkurang. Kerja bakti seperti ini menjadi ajang untuk kembali mengakrabkan diri.

“Jarang ketemu karena sibuk kerja. Dengan kerja bakti begini, bisa kumpul lagi, cerita lagi. Polisi juga ada, jadi kami lebih enak menyampaikan keluhan,” ujarnya.

IPTU Suardi menambahkan, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan sosial juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi. Banyak informasi penting terkait lingkungan yang justru didapat dari obrolan santai, bukan dari laporan resmi.

“Kami terbuka menerima masukan apapun dari warga. Justru dari obrolan warung kopi dan kerja bakti seperti inilah kami bisa tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.

Kerja bakti hari itu pun ditutup dengan istirahat bersama di bawah pohon sambil minum teh yang disiapkan warga. Suasana kekeluargaan begitu terasa.