LDKS SMAN 4 Parepare Berakhir, Kehadiran Bhabinkamtibmas Jadi Perhatian

oleh -78 views

PAREPARE — Bhabinkamtibmas SMAN 4 Parepare, Aipda Mustaming, mendatangi UPT SMAN 4 Parepare pada Minggu (11/10/2026), bertepatan dengan hari terakhir pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Kehadiran Bhabinkamtibmas Kelurahan Ujung Bulu tersebut menjadi bagian dari komunikasi kepolisian dengan lingkungan pendidikan.

LDKS merupakan salah satu kegiatan yang membantu siswa mengembangkan kemampuan memimpin, bekerja sama, serta memahami arti tanggung jawab. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu membangun kedisiplinan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

Pelaksanaan kegiatan di lingkungan pendidikan juga memerlukan perhatian bersama agar berjalan tertib. Karena itu, komunikasi antara pihak sekolah dan kepolisian dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan yang baik sekaligus membangun kepedulian terhadap keamanan lingkungan belajar.

LDKS SMAN 4 Parepare berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Minggu (11/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman di luar pembelajaran rutin, terutama dalam memahami kepemimpinan dan kerja sama.

Kunjungan Aipda Mustaming memperlihatkan pentingnya komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, termasuk dengan pihak sekolah. Melalui interaksi langsung, Bhabinkamtibmas dapat menjalin hubungan dengan warga sekaligus memahami aktivitas yang berlangsung di wilayah tugasnya.

Lingkungan pendidikan menjadi salah satu ruang penting untuk membangun komunikasi tersebut. Sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa menimba ilmu, tetapi juga lingkungan untuk membentuk karakter, menanamkan kedisiplinan, dan membiasakan perilaku bertanggung jawab.

Dalam konteks itu, hubungan yang baik antara sekolah dan kepolisian dapat membantu membuka jalur komunikasi ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan keamanan maupun perilaku siswa. Komunikasi yang terjaga juga memungkinkan kedua pihak saling menyampaikan informasi sesuai kebutuhan.

Meski demikian, keterlibatan kepolisian di lingkungan sekolah tidak hanya berkaitan dengan pengawasan. Komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan dapat membantu sekolah dan kepolisian memahami persoalan sejak dini, sehingga langkah yang diperlukan dapat dibicarakan bersama sesuai kewenangan masing-masing.

Pendekatan tersebut penting karena persoalan di lingkungan pendidikan dapat melibatkan berbagai pihak. Dengan komunikasi yang baik, sekolah memiliki jalur untuk berkoordinasi apabila menghadapi situasi yang membutuhkan perhatian bersama.

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa menjadi salah satu sarana untuk membekali pelajar dengan kemampuan yang berguna dalam kehidupan sekolah. Selain mengenalkan kepemimpinan, kegiatan ini mendorong peserta belajar mengambil tanggung jawab, menghargai pendapat orang lain, dan bekerja dalam kelompok.

Nilai-nilai tersebut tidak cukup dipahami selama pelatihan berlangsung. Siswa perlu menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari menaati tata tertib, menghormati guru dan teman, hingga ikut menjaga ketertiban lingkungan sekolah.

Keberhasilan LDKS tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pelatihan, tetapi juga oleh penerapan nilai-nilainya setelah kegiatan berakhir. Oleh sebab itu, dukungan sekolah dan lingkungan sekitar diperlukan agar pembelajaran yang diperoleh peserta dapat berlanjut dalam keseharian.

Kedisiplinan, misalnya, dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, menyelesaikan tugas, dan mematuhi kesepakatan bersama. Sementara itu, tanggung jawab dapat tumbuh ketika siswa memahami peran masing-masing serta bersedia mempertanggungjawabkan tindakan yang dilakukan.

Kemampuan bekerja sama juga menjadi bekal penting bagi pelajar. Dalam kehidupan sekolah, siswa perlu berinteraksi dengan teman yang memiliki pandangan berbeda. Sikap saling menghargai dan kesediaan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih baik.

Hubungan antara kepolisian dan sekolah dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperhatikan keamanan lingkungan pendidikan. Namun, komunikasi tersebut perlu berjalan secara proporsional dengan tetap menghormati peran sekolah dalam mendidik dan membimbing siswa.

Pihak sekolah memiliki tanggung jawab dalam membina peserta didik, sedangkan kepolisian menjalankan tugas sesuai kewenangannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Koordinasi yang tepat dapat membantu kedua pihak bertukar informasi apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.

Selain itu, komunikasi yang terjaga dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Hubungan yang baik juga membuka ruang bagi penyelesaian masalah melalui dialog, dengan tetap mengutamakan kepentingan dan perkembangan siswa.

Kunjungan Bhabinkamtibmas Kelurahan Ujung Bulu ke SMAN 4 Parepare berlangsung saat sekolah menyelesaikan rangkaian LDKS selama tiga hari. Momentum tersebut menegaskan pentingnya hubungan antara lingkungan pendidikan dan masyarakat dalam mendukung pembentukan karakter pelajar.

Pada akhirnya, kegiatan kepemimpinan siswa diharapkan tidak berhenti pada berakhirnya pelatihan. Disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab perlu menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sekolah maupun pergaulan sehari-hari. Dengan dukungan lingkungan yang baik, siswa memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan karakter positif sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya suasana pendidikan yang tertib dan nyaman. (*)