Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek KPN Dekati Warga hingga Sekitar Pelabuhan Parepare

oleh -32 views

Parepare — Menjaga keamanan lingkungan tidak selalu harus dimulai ketika persoalan sudah terjadi. Komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu cara Bhabinkamtibmas membaca situasi di lapangan sekaligus membangun kesadaran warga untuk ikut menjaga keamanan. Sabtu (3/10/2026), Bhabinkamtibmas Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Aipda Muh. Nasir Cunnu, menyambangi warga di Jalan Karang Burane dan berdialog dengan masyarakat di sekitar Pelabuhan Nusantara Parepare.

Dialog tersebut menjadi ruang bagi polisi untuk mendengar kondisi yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas. Warga diajak tidak bersikap pasif ketika menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Pendekatan semacam ini membuat peran Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada penyampaian imbauan. Kehadiran langsung di tengah warga membuka komunikasi dua arah, baik dengan masyarakat di wilayah binaan maupun warga yang beraktivitas di sekitar kawasan pelabuhan.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), IPTU Suardi, S.E., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas tetap dibutuhkan meski kepolisian telah memasang berbagai imbauan di ruang publik.

“Pemasangan spanduk imbauan tidak cukup untuk memaksimalkan situasi aman dan kondusif. Perlu juga peran Bhabinkamtibmas pada warga,” ujar Suardi.

Aktivitas masyarakat di sekitar Pelabuhan Nusantara menjadi salah satu perhatian karena arus penumpang tidak selalu berhenti di dalam area pelabuhan.

Ketika kapal tiba, penumpang kerap memenuhi kawasan di luar pelabuhan. Kondisi tersebut ikut memunculkan aktivitas warga maupun masyarakat dari luar kawasan yang berada di sekitar kerumunan penumpang.

Dalam situasi seperti itu, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi penting. Bhabinkamtibmas dapat menyampaikan pesan keamanan sekaligus mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan penumpang.

Polsek KPN sebelumnya juga memasang spanduk imbauan di sejumlah titik, termasuk area luar pelabuhan yang ramai ketika kapal tiba. Penumpang diingatkan untuk menghindari pungutan liar dan praktik percaloan serta memanfaatkan nomor pengaduan Polres Parepare jika menemukan persoalan.

Namun, pesan yang disampaikan melalui spanduk memiliki batas. Tidak semua kondisi di lapangan dapat dijelaskan melalui tulisan.

Karena itu, kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi pelengkap. Dialog dengan warga memungkinkan informasi mengenai situasi di sekitar pelabuhan maupun lingkungan permukiman diketahui lebih cepat.

Bagi masyarakat, kehadiran Bhabinkamtibmas juga memberi jalur komunikasi yang lebih dekat ketika mereka menemukan persoalan keamanan.

Warga tidak hanya menerima pesan untuk menjaga kamtibmas, tetapi memiliki ruang untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi yang mereka lihat atau alami.

Pendekatan tersebut juga membuat upaya menjaga keamanan tidak semata bergantung pada pengawasan petugas. Masyarakat dilibatkan untuk mengenali potensi gangguan sejak awal dan mengomunikasikannya kepada kepolisian.

Dari Mallusetasi hingga lingkungan sekitar Pelabuhan Nusantara, komunikasi dengan warga menjadi bagian penting dalam membaca dinamika masyarakat. Spanduk memberikan pesan, tetapi dialog memungkinkan polisi memahami persoalan di balik keramaian.

Di tengah tingginya mobilitas penumpang, kedekatan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat menjadi salah satu jalur untuk menjaga komunikasi tetap terbuka dan persoalan keamanan dapat diketahui lebih dini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *