Bukan Cuma Polisi, Polres Parepare Ungkap Peran Penting RT dan RW Cegah Kenakalan Remaja

oleh -34 views

PAREPARE — Pencegahan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan lingkungan tempat tinggal, bukan hanya pengawasan dari keluarga dan aparat keamanan. Tokoh masyarakat, ketua RT, dan ketua RW memiliki peran penting untuk mengenali potensi masalah sejak dini sekaligus mendorong remaja terlibat dalam kegiatan yang positif.

Hal tersebut menjadi perhatian Polres Parepare melalui edukasi yang diberikan Ps Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Parepare, Aipda Muh. Saleh, S.H., M.H. kepada tokoh masyarakat serta pengurus RT dan RW di Gedung Baruga Peduli, Jalan Lingkar, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Jumat (2/10/2026).

Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar, S.H., mengatakan pencegahan kenakalan remaja perlu dimulai dari kepedulian lingkungan. Menurut dia, tokoh masyarakat dan pengurus RT maupun RW memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan warga.

“Pencegahan kenakalan remaja tidak cukup hanya dengan mengandalkan kepolisian. Tokoh masyarakat, ketua RT dan RW perlu peka terhadap kondisi anak-anak di lingkungannya, bangun komunikasi dengan keluarga, serta mengarahkan remaja pada kegiatan yang positif,” kata Anwar.

Kedekatan pengurus lingkungan dengan warga dapat menjadi modal untuk mengenali persoalan yang dihadapi remaja. Karena itu, ketua RT dan RW diharapkan tidak bersikap pasif ketika menemukan perilaku yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Pendekatan awal dapat dilakukan melalui komunikasi dengan remaja dan orang tua, teguran secara humanis, serta mediasi apabila persoalan yang muncul masih dapat diselesaikan melalui pembinaan.

Anwar menambahkan, langkah persuasif tetap perlu dibarengi pemahaman mengenai batas penanganan di tingkat lingkungan.

“Kalau persoalannya masih ringan, pendekatan secara humanis dan komunikasi dengan orang tua bisa menjadi langkah awal. Tapi bila sudah mengarah pada narkoba, tawuran atau tindak pidana lainnya, jangan ditangani sendiri. Segera koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas atau pihak yang berwenang,” ujarnya.

Namun, penanganan perlu disesuaikan dengan tingkat persoalan. Dugaan penyalahgunaan narkoba, tawuran yang membahayakan keselamatan, atau indikasi tindak pidana lainnya tidak cukup ditangani hanya melalui teguran lingkungan. Dalam situasi tersebut, warga perlu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun aparat terkait.

Dengan mengenali persoalan lebih awal, pengurus lingkungan diharapkan dapat membantu mencegah masalah berkembang sekaligus menghubungkan keluarga dengan pihak yang berwenang.

Dengan mengenali persoalan lebih awal, pengurus lingkungan diharapkan dapat membantu mencegah masalah berkembang sekaligus menghubungkan keluarga dengan pihak yang berwenang.

Selain meningkatkan pengawasan, masyarakat juga perlu memberikan ruang bagi remaja untuk menyalurkan minat dan energi melalui aktivitas yang bermanfaat.

Karang taruna, olahraga bersama seperti futsal, dan kegiatan sosial di lingkungan dapat menjadi alternatif untuk memperkuat interaksi positif. Kegiatan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi tokoh masyarakat untuk membangun komunikasi dengan generasi muda.

Di sisi lain, kesepakatan mengenai jam malam dapat dibicarakan bersama orang tua dan warga dengan mempertimbangkan kebutuhan serta keselamatan remaja. Aturan lingkungan akan lebih mudah diterapkan apabila disertai penjelasan yang baik dan keteladanan dari orang dewasa.

“Remaja juga perlu diberi ruang untuk melakukan kegiatan yang positif. Karena itu, lingkungan bisa mendorong kegiatan olahraga, kepemudaan maupun aktivitas sosial agar mereka memiliki wadah untuk berinteraksi dan mengembangkan diri,” kata Anwar.

Pendekatan tersebut penting karena pencegahan kenakalan remaja tidak cukup hanya mengandalkan larangan. Pembinaan, perhatian keluarga, dan tersedianya aktivitas yang positif juga perlu berjalan beriringan.

Melalui Sat Binmas, Polres Parepare mendorong tokoh masyarakat, ketua RT, dan ketua RW agar lebih peka terhadap dinamika sosial di lingkungannya. Mereka diharapkan mampu menjadi pengayom, penengah dalam persoalan ringan, sekaligus penghubung dengan aparat ketika ditemukan masalah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Peran tersebut bukan berarti pengurus lingkungan menggantikan tugas kepolisian. Sebaliknya, keterlibatan warga dapat membantu mempercepat penyampaian informasi dan mendorong penanganan persoalan sesuai dengan tingkat risikonya.

Bagi Polres Parepare, lingkungan yang aktif melakukan pencegahan dapat menjadi bagian penting dalam menjaga anak-anak dan remaja dari pengaruh pergaulan yang berisiko.

“Yang paling penting adalah jangan tunggu sampai terjadi masalah. Kepedulian dari lingkungan, komunikasi dengan orang tua, dan kegiatan positif bagi remaja merupakan bagian dari upaya mencegah persoalan sejak dini,” tutur Anwar.(*)