Aiptu Nawir Mediasi Dua Warga Lakessi yang Terlibat Cekcok

oleh -19 views

Parepare — Perselisihan antarwarga bisa membesar ketika masing-masing pihak bertahan pada pendiriannya. Namun, ruang dialog dapat membuka jalan penyelesaian sebelum persoalan berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Hal itu terlihat dalam mediasi dua warga Kelurahan Lakessi, Kota Parepare, di Ruang SPKT Polsek Soreang, Jumat malam (16/10/2026). Keduanya sebelumnya terlibat cekcok hingga situasi memanas.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Lakessi, Aiptu Nawir, mempertemukan kedua pihak setelah menerima informasi mengenai perselisihan tersebut saat menyambangi wilayah binaannya.

Alih-alih membiarkan pertengkaran berlarut-larut, Nawir mendengarkan penjelasan masing-masing warga untuk mencari titik temu. Proses itu tidak langsung berjalan mulus, tetapi ketegangan perlahan mereda setelah keduanya mendapat kesempatan menjelaskan persoalan dari sudut pandang masing-masing.

“Kalau sudah emosi, semua merasa benar. Tugas saya dengarkan dulu, baru cari jalan tengahnya,” kata Nawir.

Mediasi tersebut berakhir dengan kesepakatan damai. Kedua warga saling bersalaman dan menyatakan tidak ingin mengulangi pertengkaran serupa.

“Kalau bisa damai, kenapa harus ribut. Kami hadir untuk itu, jadi penengah warga,” ujar Nawir.

Penyelesaian melalui dialog dapat membantu meredakan ketegangan, terutama ketika kedua pihak bersedia mendengarkan dan mencari kesepakatan. Namun, mediasi tetap harus mempertimbangkan sifat persoalan, kehendak para pihak, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Perdamaian tidak otomatis menghapus konsekuensi hukum dalam setiap perkara. Jika ditemukan dugaan tindak pidana atau perkara yang tidak dapat diselesaikan melalui mekanisme damai, penanganannya harus mengikuti prosedur yang berlaku.

Bagi lingkungan setempat, mencegah perselisihan meluas membutuhkan komunikasi dan kemauan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Dalam situasi tertentu, keterlibatan pihak ketiga yang netral dapat membantu membuka kembali dialog ketika emosi menghambat penyelesaian. (*)